LINGGA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari keenam tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP, serta masyarakat kembali berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik api, Rabu (16/9/2026).
Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, tim gabungan melakukan upaya pemadaman terhadap kobaran api yang mulai mendekati lingkungan Sekolah Dasar di wilayah Dusun I Desa Sungai Besar. Pemadaman dilakukan menggunakan mesin Robin dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 10.20 WIB, personel melakukan penarikan mesin menuju sumber air yang lebih dekat dengan titik kebakaran. Langkah tersebut dilakukan agar proses pemadaman dapat menjangkau kobaran api yang hampir memasuki lingkungan sekolah.
Usai melakukan pemadaman, sekitar pukul 11.00 WIB personel menyusuri kawasan lahan sagu untuk memastikan bara api telah mati. Tim juga melakukan pendinginan di sejumlah lokasi yang sebelumnya terbakar guna mencegah munculnya kembali titik api.
Namun, sekitar pukul 12.30 WIB, bara api yang terbawa angin kembali memicu kebakaran di sekitar kawasan Tugu Cangkul. Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman menggunakan mobil BPBD untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area lainnya.
Memasuki pukul 14.20 WIB, personel kembali berkonsentrasi pada titik api di sekitar Sekolah Dasar. Dengan kondisi lahan yang telah cukup jauh terbakar, tim menggunakan mesin Robin dan selang berukuran panjang untuk menjangkau titik api yang berada di lokasi sulit.
Kapolres Lingga AKBP Ahmad Andi Suryadi., S.H., S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Daik Lingga menegaskan bahwa penanganan Karhutla di Desa Sungai Besar terus menjadi perhatian dan seluruh unsur terkait diminta tetap bekerja sama untuk mencegah api meluas serta memastikan titik-titik yang telah dipadamkan benar-benar aman.
Pada pukul 17.10 WIB, tim melaksanakan pendinginan terhadap lokasi yang telah berhasil dipadamkan. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat lagi bara yang berpotensi kembali membesar, terlebih kondisi angin di lokasi cukup kencang.
Setelah beristirahat dan makan malam, sekitar pukul 19.30 WIB personel kembali bergerak melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih terbakar di kawasan belakang Sekolah Dasar.
Upaya tersebut terus dilakukan hingga malam hari. Sekitar pukul 21.40 WIB, tim gabungan melaksanakan konsolidasi bersama masyarakat guna mengevaluasi kondisi lapangan sekaligus menyusun langkah penanganan untuk kegiatan pemadaman pada hari berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut, kekuatan personel yang terlibat terdiri dari 5 personel Polsek Daik Lingga, 14 personel Brimob Polda Kepri, 1 personel Koramil 05 Daik Lingga, 14 personel Yonif TP 849, 9 personel Damkar Kabupaten Lingga, 4 personel BPBD Kabupaten Lingga, 3 personel TNI AL, 14 personel Satpol PP Kabupaten Lingga, serta 20 masyarakat Desa Sungai Besar.
Tim gabungan melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya memutus jalur api untuk mencegah penjalaran ke lokasi lain. Masyarakat juga turut membantu membuka akses jalan agar personel dan peralatan pemadam dapat lebih mudah menjangkau titik-titik kebakaran.
Sejumlah peralatan dikerahkan dalam proses pemadaman, antara lain mobil Damkar Yonif TP 849, mobil BPBD, mobil box serbaguna BPBD, mesin Robin BPBD, mesin Robin Brimob, mesin Robin Yonif TP 849, mesin Robin milik desa, selang pemadam, nozzle, serta cairan pemadam api milik Brimob.
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Lahan yang terbakar merupakan kawasan tanah gambut dan rawa kering yang terdapat banyak pohon besar serta lapuk di sekitar titik api. Kondisi tersebut membuat bara api berpotensi bertahan di dalam lapisan lahan.
Selain itu, keterbatasan sumber air, cuaca panas, angin kencang, serta titik api yang tersebar di sejumlah lokasi turut memperlambat proses pemadaman. Keterbatasan peralatan, khususnya selang dan mesin Robin, juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi tim di lapangan.
Berdasarkan pemantauan pada Rabu (16/9/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 28 hektare, sementara lahan yang telah berhasil dipadamkan diperkirakan mencapai 26 hektare. Hingga kegiatan berakhir, masih ditemukan kepulan asap dan bara api di sejumlah titik sehingga proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan.
Dalam penanganan Karhutla tersebut, tidak terdapat korban jiwa atau nihil korban jiwa. Sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Polsek Daik Lingga juga terus melaksanakan pengecekan dan monitoring lokasi, melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait kejadian Karhutla, serta berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, Camat Lingga Utara, dan Kepala Desa Sungai Besar.
Lokasi kebakaran berada di wilayah Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, dengan titik koordinat -0.061940, 104.613039.
Tim gabungan bersama masyarakat akan melanjutkan pemantauan, pemadaman, serta pendinginan terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali.
Polri Untuk Masyarakat
Salam Presisi
Humas Polres Lingga
Humas Polres Lingga
e-mail : humas.polres.lingga@gmail.com
Layanan Kepolisian: 110 (24 Jam)
Twitter : @Humas_reslingga
FB : Humas Polres Lingga
IG: Humas Polres Lingga
Tiktok: polreslingga1







